Berakhirnya Era Informasi

Berakhirnya Era Informasi

Era Informasi Yang digadang adalah titik balik Peradaban Dunia, dimana pada tahun 1970 Peter Drucker pertama kali menyampaikan tentang banyaknya pekerja informatif dibutuhkan oleh dunia kerja, mereka pekerja kerah putih yang bekerja dengan memaksimalkan fungsi otak kiri pusat dari kecerdasan logical untuk mengolah data, membuat statistik mengevaluasi hingga menciptakan perangkat perangkat lunak (software) yang membantu penelitian dan kajian.

Saat ini dunia perlahan bergerak menuju era konseptual dimana desain dan seni yg lahir dari imajinasi di otak kanan manusia mengambil peranan. Teknologi yang canggih hadir sebagai alat bantu tapi di sisi lain sebagai penghancur peradaban. Membuat manusia tergeser dari persaingan karena teknologi yg mereka ciptakan sendiri.

Daniel H.Pink menyatakan teknologi yang bekerja secara logis menggantikan peran manusia tak mampu menyaingi apalagi mengganti peran manusia ketika manusia memanfaatkan 6 Indera nya.

1. Desain
2. Cerita
3. Simfoni
4. Empati
5. Permainan
6. Makna / Arti Hidup

Berikut ulasan nya :

1. Tidak hanya FUNGSI tapi juga DESAIN
Tidak lagi cukup untuk menciptakan produk, jasa, pengalaman atau gaya hidup yang fungsional. Saat ini menciptakan sesuatu yg indah dan unik atau menggugah emosi sama pentingnya secara ekonomi bahkan secara personal.

2. Tidak Hanya ARGUMEN namun juga cerita
Saat hidup kita penuh informasi dan data tidaklah cukup untuk menyusun argumen,seseorang di suatu tempat akan menemukan sanggahan untuk setiap argumen.Esensi dari persuasi komunikasi dan pemahaman diri telah manjadi kemampuan untuk menyusun narasi yg memikat

3. Tidak Hanya FOKUS TAPI SIMFONI
Era Industri & Informasi meminta banyak fokus dan spesialisasi. Tapi saat pekerjaan kerah putih beralih dan berkurang dengan adanya software dibutuhkan kemampuan baru untuk menyatukan kepingan kepingan atau SIMFONI. Hal yang saat ini dibutuhkan bukan hanya analisi namun sintesis melihat gambaran besar yang menggabungkan kepingan – kepingan yang terpisah melampaui semua batasan.

4. Tidak Hanya LOGIKA tapi EMPATI
Kapasitas pemikiran logis adalah kecerdasan dasar manusia. Tapi di era dimana informasi begitu mudah di dapat logika saja tidak cukup, pembeda nya adalah kemampuan untuk menghadirkan empati agar kepedulian itu hadir.

5. Jangan Terlalu SERIUS mari BERMAIN
Banyak bukti menunjukan besarnya manfaat kesehatan dan profiesional dari tawa keringanan hati, permainan dan humor. Di era konseptual dalam kehidupan dan pekerjaan kita perlu membangkitkan Inner child agar mampu bermain dan mengatur ritme motivasi.

6. Tidak Hanya AKUMULASI tapi juga ARTI
Keberlimpahan materi membuat banyak kita melupakan untuk mengejar hal yang penting yaitu Arti dari tujuan hidup dan pemenuhan Spiritual.



Author: Yusuf Ricky Carell Saptenno
Yusuf Ricky Carell Saat ini menjabat sebagai Executive Director Ios Consultant & Chief Technology Officer DOIT (Digital Optima Integra) IT Consultant. Tersertifikasi sebagai Certified Trainer dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi Berpengalaman selama 15 Tahun di Dunia IT.Tidak lulus di beberapa Universitas saat kuliah akhirnya memutuskan untuk memperdalam ilmu Digital Business di Columbia Business School serta Digital Transformation di Executive Education di Haas Business School UC Berkeley. Saat ini juga aktif sebagai Trainer di berbagai instansi/institusi serta mendirikan Young Enterpreneur Partner Academy komunitas wirausahawan Muda.

Tinggalkan Balasan